“Jagung Untuk Benih Belum Ada Karena Diundur Hingga April, Maka Tanam Pada Lahan 992 Ha Terlambat”
Tuesday, 2nd April, 2024 | 162 Views

SEJAK FEBRUARI YANG lalu para petani sudah siap mengolah lahan seluas 992 hektare (ha) untuk pertanaman jagung. Tetapi, calon benih berupa bantuan tersebut hingga Maret belum kunjung tiba dan dijanjikan baru diantar pada April 2024. Lantaran sarana produksi atau saprodi juga belum tiba, maka masa tanam betul-betul terlambat.

   Menurut Kepala Seksi Serealia, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Dwi Puiyati,SP, pihaknya telah mengusulkan penerimaan benih jagung itu sejak Januari yang lalu ke Direktorat Perbenihan, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian. Pengajuan itu untuk luasan 992 ha hingga pertanaman Juni 2024 mendatang.

   “Ya, kami sudah komunikasikan kepada pihak Direktorat Perbenihan dan didapat informasi sedang menunggu dari pihak penyedia. Sebab, sebagian besar petani telah menunggu terutama untuk lahan darat karena mereka tidak terdampak banjir. Artinya, khusus di Kabupaten Kudus, pertanaman jagung tidak terdampak banjir sama sekali,” demikian Pujiati kepada Media Pertanian online www.sembadapangan.com di kantornya di Kudus, baru-baru ini.

   Ia menambahkan, pihaknya mengajukan benih untuk lahan seluas 992 ha itu. Tetapi, ada revisi saprodi untuk jagung, sehingga dicatat menjadi 338 ha. Kemudian pihak Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah mengubah permintaan saprodi untuk jagung menjadi 755 ha dan angka itulah yang diajukan ke Direktorat Serealia. Jika disetujui, petani tetap sudah bersiap.

   “Kendati demikian, informasi terakhir dari pihak Direktorat Perbenihan bantuan benih jagung itu baru akan disalurkan setelah selesai kontrak dengan penyedia benih, padahal lahan yang ada telah diolah bekerjasama dengan pihak Perum Perhutani. Apabila kelamaan tentu akan ditumbuhi rerumputan atau gulma dan untuk membersihkannya akan menyita waktu, tenaga serta dana lagi,” Dwi Pujiati bercerita seraya menambahkan bahwa pertanaman jagung lebih banyak dilakukan petani di Kecamatan Jekulo,

Pada 2023 Tidak Ada Bantuan

   Kalau bulan April pertanaman yang ada di tiga kecamatan, yaitu Cekulo, Mejobo dan Dawe. Dan untuk tiga kecamatan tersebut calon petani calon lahan (CPCL) yang sudah tersedia untuk pertanaman jagung pada April 2024 mencapai 740 ha. Para petani sengaja menunggu benih tersebut karena berupa bantuan yang telah dijanjikan, sebab pada 2023 yang lalu petani mencari dan membeli benih secara swadaya.

   Selajutnya disampaikan bahwa para petani telah berpengalaman untuk memilih benih jagung. Berdasar dari hal tersebut para petani lebih menyukai varietas jagung yang bijinya besar dan tongkolnya penuh dari ujung sampai ke pangkal. Memang, walaupun jagung jenis itu kurang tahan terhadap serangan penyakit bule dan hama gerayak, tetapi petani sangat meminatinya.

   Pada April mendatang para petani akan menanam jagung pada lahan seluas 740 ha lantaran keterlambatan pada Februari dan Maret. Lahan yang sebelumnya disiapkan pada Februari mencapai 300 ha dan untuk April seluas 400 ha, sehingga digabungkan saja.

   Selama ini profitas jagung di Kabupaten Kudus mencapai rata-rata 6,7 ton per ha. Harganya pada Februari adalah 7.000 rupiah per kg dan pada Maret turun menjadi 6.000 rupiah per kg dan seterusnya pada Maret 2024 merosot menjadi 5.000 rupiah per kg karena curah hujan sangat tinggi, sehingga mutunya tidak baik. Produksi jagung di Kabupaten Kudus pada Januari hingga Februari mencapai  1.441 ton kering pipil. *sembada/henry/rori

komentar

You must be logged in to post a comment.

plaza kemitraan

  JUDUL TERSEBUT DI atas sangat menarik disimak. Bahwa para petani punya utang atau hutang sudah jamak diketahui. Tetapi, misalnya mengapa Dewan Perwakilan Rakyat Republik

Pengantar Redaksi: KONON SAAT INI di Indonesia tidak ada daerah atau desa yang menerapkan pertanian hamparan luas dengan pola pengolahan tanah hingga pemasaran. Satu-satunya yang