Cirebon: Dorong Ekonomi Warga, Petani Desa Beber Dapat Bantuan Mesin Sablon Kemasan Beras dari Kementan
Friday, 8th December, 2023 | 1079 Views

 

UNTUK MENDORONG PEREKONOMIAN warga desa, pemerintah melalui Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (PPHTP), Kementerian Pertanian memberikan bantuan MESIN SABLON KEMASAN BERAS kepada petani Desa Beber, Kecamatan Beber Indramayu. Saat ini petani Desa beber terdiri 7 kelompok dengan jumlah seluruhnya 250 orang dan mengerjakan lahan tadah hujan seluas 176 hektare (ha). Nantinya, beras yang diproduksi dari desa itu akan punya logo khusus, yaitu BAKUL NASI.

    Menurut Ketua Kelompok Tani Amanah Pepen Supendi (36), lahan tadah hujan seluas 176 ha itu sebagian besar merupakan tanah bengkok atau milik desa. Sisanya adalah milik petani sendiri atau milik juragan yang diserahkan penggarapannya kepada petani setempat. Adapun anggota Kelompok Tani Amanah saat ini adalah 32 orang.

        “Tetapi, saat ini sudah ada gabungan kelompok tani yang bernama Jaga Sari atau Gapoktan Jagasari, dimana ketuanya juga saya. Jumlah kelompok tani yang masuk di Jagasari adalah 7, sehingga petani yang berkumpul di situ mencapai 250 orang. Khusus Kelompok Tani Amanah yang saya ketuai petaninya berjumlah 38 orang,” ungkap Pepen kepada Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) terkait dengan bantuan dari Direktorat PPHTP, Kementerian di Desa Beber, belum lama berselang.

Petani Milenial 2045 Indonesia Maju

   Disebutkan juga bahwa petani di Desa Beber itu terdiri dari tiga golongan, yaitu petani pemilik lahan dan menggarap lahannya sendiri. Kemudian petani penggarap tanah orang orang dan petani buruh, yaitu tidak memiliki lahan baik milik sendiri maupun disewa, tetapi hanya menerima upah harian saat tanam maupun panen.

   “Kebetulan saya beberapa waktu yang lalu dimasukkan dalam kelompok petani milineal dan disertakan mengikuti pelatihan demi pelatihan moderen di Pusat Pelatihan Pertanian Lembang Jawa Barat terutama untuk berbagai tanaman sayuran pada lahan terbatas termasuk di pekarangan dengan menggunakan kantung plastik atau polybag. Lalu pelatihan di Peternakan Rakyat di Kabupaten Bantul Yogyakarta khusus beternak domba, sapi dan kerbau. Semuanya harus menerapkan ilmu yang efisien, efektif dan moderen. Itu untuk Indonesia maju 100 tahun Indonesia merdeka pada 2045 mendatang,” demikian Pepen Supendi.

    Selanjutnya dikatakan bahwa bantuan Kementian Pertanian melalui Ditjen PPHTP berupa mesin sablon kemasan akan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk kepentingan dan keuntungan para petani.   Melalui bantuan mesin penyablon tersebut para petani tidak akan kesulitan lagi melabeli karung beras.

     “Sebab, di sini kami juga mempunyai huller atau penggilingan padi. Dan di kawasan Kecamatan Beber ini terdapat empat penggilingan padi. Nah, mesin samblon yang datannya dari Kementerian Pertanian ini diharapkan semua penggilingan padi yang ada akan menggunakan jasa mesin penyamblon ini untuk melabeli karung beras mereka,” sebut Pepen sembari menambahkan bahwa dari pembicaraan para petani maupun pemilik penggilingan akan bekerjasama dengan Kelompok Tani AManah untuk menyablon karung beras mereka.

    Dia menambahkan bahwa dua petani secara khusus sudah dilatih untk menjalankan mesin tersebut. Mereka adalah Sanusi dan Isad. Mereka berdua telah membaca panduan pengoperasian masin sablon itu dan mulai menjalankannya, tetapi belum bisa dipasikan kecepatannya mencetak karung per menit karena baru dicoba di atas kertas dengan hasil yang  sesuai harapan. Tentu saja nantinya cetakan dengan logo dan tulisan Nasi Bakul pada goni dari Kelompok Tani Amanah juga akan sesuai harapan dan sudah bisa ditawarkan kepada pemilik penggilingan lain.

   “Di hari mendatang hasil dari mesin bantuan pemerintah ini akan kami manfaatkan untuk kepentingan para petani di sini. Kami sedang berpikir kalau hasilnya besar untuk membeli atau menyediakan pompa air karena sawah kami kekurangan air. Kami bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah atas bantuan yang sangat berharga ini,” demikian Pepen.

    Selain itu, menurut dia, hasil dari penyablonan direncanakan untuk menyediakan pupuk organik maupun tanah kapur atau dolomit karena tanah sawah di situ keras dengan tingkat keasaman yang masih tinggi. Sisa dari kemanfaatan mesin sablon kemasan beras bantuan pemeritah itu akan dimasukkan pada kas kelompok tani untuk perawatan mesin dan pengupahan pelaksana atau operator mesin. *sembada/henry/rori

komentar

You must be logged in to post a comment.

plaza kemitraan

  JUDUL TERSEBUT DI atas sangat menarik disimak. Bahwa para petani punya utang atau hutang sudah jamak diketahui. Tetapi, misalnya mengapa Dewan Perwakilan Rakyat Republik

Pengantar Redaksi: KONON SAAT INI di Indonesia tidak ada daerah atau desa yang menerapkan pertanian hamparan luas dengan pola pengolahan tanah hingga pemasaran. Satu-satunya yang