Ribuan Wisudawan Universitas Nasional Dilantik Jadi Sarjana 415 Lulus Cum Laude Atau Dipujikan
Wednesday, 24th November, 2021 | 122 Views

PIHAK REKTORAT UNIVERSITAS nasional memwisuda 1.018 sarjana tahun akademik 2020/2021. Karena masih mengantisipasi dampak virus korona, hanya 10 mahasiswa dan mahasiswi yang dilantik oleh rektor. Kesepuluh sarjana itu adalah lulusan terbaik dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) paling baik di atas 3,5.

     Para wisudawan tersebut terdiri dari seorang tingkat doktoral, 149 wisudawan program magister, 648 wisudawan program sarjana, 189 wisudawan program sarjana terapan dan 30 orang program profesi 30. Selain itu terdapat dua wisudawan diploma tiga serta terdapat 415 wisudawan yang lulus dengan predikat cum laude atau dipujikan karena mempertahankan skripsi dengan sangat memuaskan.

   Wisudawan dengan kelulusan terbaik dan mampu menyelesaikan studi lebih cepat adalah diberi penghargaan khusus, yaitu Endro Setiawan dari Program Studi Magister Biologi dengan IPK 3,98; Fitri Mafuzah  dari Program Studi Bahasa Korea dengan IPK 3,99;  Ipani Wahdaniatun  dari Program Studi Sosiologi dengan IPK 3,92; Dena Anggari dari Program Studi Agroteknologi dengan IPK 3,86.

   Selanjutnya adalah Asep Nurdin dari Program Studi Informatika dengan IPK 3,86;  Eko Suryanto dari Program Studi Akuntansi dengan IPK 3,76; Fathiyah Fairuz Salsabila dari Program Studi Teknik Fisika dengan IPK 3,75; Anisa Putri Sukmaningrum dari Program Studi Biologi dengan IPK 3,73; Rahmawani B. Manalu dari Program Studi Hukum dengan IPK  3,70 dan Sisilia Pardjer dari Program Studi Keperawatan dengan IPK 3,55.

     Menurut Rektor Universitas Nasional (Unas) Dr El Amry Bermawi Putera, pada tahun akademik 2020/2021, UNAS telah melepaskan total sebanyak 2.238 wisudawan. Hal ini membutikan bahwa UNAS adalah universitas swasta yang mampu melampui jaman dan tetap menjadi salah satu perguruan tinggi yang mampu bertahan. Juga, tetap dijadikan acuan bagi para siswa sekolah menengah atas untuk melanjutkan pendidikan tinggi.

     Disebutkan pula bahwa UNAS menyadari bahwa mahasiswa merupakan salah satu aspek yang terpenting bagi keberlanjutan dan kesuksesan perguruan tinggi. Mahasiswa senantiasa kami beri prioritas untuk dapat berprestasi. Selain itu pula, perhatian, kesempatan dan prasarana dan sarana kami berikan agar dapat mendukung terciptanya suasana akademik yang menggairahkan untuk berprestasi di semua bidang.

    “Prestasi-prestasi yang diraih tidak hanya mengharumkan nama UNAS di tingkat nasional, tetapi juga pada tingkat internasional melalui prestasi di bidang akademik maupun non akademik. Dalam kesempatan ini saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada dosen yang terus berkarya untuk melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Pada bidang penelitian dan publikasi, selama tiga tahun terakhir telah mengalami kemajuan yang sangat signifikan,” ungkap El Amry seraya menambahkan bahwa untuk peringkat perguruan tinggi geri dan swasta secara nasional Unas sudah di posisi 71 sejak 1 November 2021.

   Dia menambahkan bahwa terhitung 1 November 2021 jumlah publikasi ilmiah di jurnal ilmiah nasional internasional sejumlah 408 artikel pada jurnal internasional sebanyak 107 artikel. Artikel tersebut di antaranya dipublikasi pada jurnal internasional yang terindeks pada basis data bereputasi, antara lain Scopus dan WoS (Web of Science).

    UNAS juga terus meningkatkan kerjasama internasional dengan universitas luar negeri. Secara aktif, bekerjasama dengan 178 lembaga dalam dan luar negeri, di antaranya dengan 47 perguruan tinggi di luar negeri, antara lain di Amerika Serikat, Inggris, Swiss, Ukraina, Tajikistan, Malaysia, Korea, dan Jepang. Beberapa proyek kerjasama penelitian, pelatihan dan pengabdian kepada masyarakat juga masih berjalan sampai saat ini.

   Selanjutnya El Amry Bermawi Putera menyampaikan, ke depan UNAS akan terus mengembangkan program-program strategis dalam rangka menuju peringkat 10 besar universitas swasta di Indonesia. Contohnya, melalui program pembangunan klinik bersalin dan pengobatan luka diabetes.

Membangun Daya Saing SDM Bangsa

    Pada wisuda kali ini para wisudawan mengikuti pembekalan menyangkut daya saing sumber daya manusia (SDM) Bangsa Indonesia yang disampaikan melalui orasi ilmiah oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal Dudung Abdurachman,SE,MM. Orasi itu adalah Membangun Daya Saing Bangsa Melalui Sistem Tata Kelola Sumber Daya Nasional dan Sistem Pertahanan Nasional.

    Menurut Dudung, dalam mewujudkan tujuan bernegara tersebut, maka pertahanan negara merupakan faktor yang sangat hakiki dalam menjamin kelangsungan hidup suatu negara. Sebab, eksistensi sebuah negara sangat bergantung kepada kemampuan bangsa tersebut mempertahankan diri dari setiap ancaman baik dari luar maupun dari dalam negara itu sendiri.

    Disampaikan pula, kebijakan pertahanan dan keamanan negara pasca perang dingin tidak lagi berfokus pada isu persaingan ideologis Blok Barat dan Timur. Akan tetapi arus demokratisasi dan interdependensi, serta isu lingkungan turut memegang peranan penting dalam mengubah pola interaksi antarnegara, dimana semuanya terangkai dalam konstruksi globalisasi sebagai impuls utamanya.

    “Ancaman tidak hanya dalam bentuk fisik, akan tetapi ancaman nonfisik seperti penanaman nilai-nilai kehidupan asing dapat menjadi alat penghancur entitas sebuah peradaban bangsa. Satu ancaman paling nyata yang dihadapi oleh bangsa Indonesia saat ini adalah masalah kebangsaan.,” demikian Dudung.

    Menurut Dudung, untuk menjadi negara yang kuat, prasyarat utamanya adalah kemampuan negara untuk menata, menyiapkan, dan menggunakan segala sumber daya yang dimiliki untuk kepentingan nasional. Oleh karena itu perlu pengelolaan sumber daya nasional untuk pertahanan negara. Dalam konteks pertahanan negara, permasalahan ini tidak cukup ditangani hanya dari aspek kekuatan utama militer saja. Mengingat terdapat tiga pilar untuk membangun ketahanan nasional, yaitu pemerintahan, rakyat, dan militer.

     Sebab, hubungan tentara dengan rakyat yang diikat dengan simpul sejarah hubungan emosional kemanunggalan tentara-rakyat. Keduanya menjadi episentrum kekuatan bagi tentara. Di mana terdapat konsep tentara adalah rakyat dan rakyat adalah tentara merupakan konsep kesemestaan yang menjadi modal kekuatan pertahanan negara. *sembada/arsanti

komentar

You must be logged in to post a comment.

plaza kemitraan

  HEMAT KAMI KINI condong untuk mengatakan bahwa frase mimpi  tidak lagi saat tidur. Bisa saja saat kerja atau saat minum kopi. Atau saat bergurau

DAMPAK PANDEMI CORONA virus-19 pada sektor pendidikan sangat signifikan mengubah perilaku maupun program studi pada perguruan tinggi.  Perubahan itu telah mempengaruhi kalangan kampus melakukan inovasi dan