sekilas berita
 
KEBUTUHAN KEDELAI TAK HENTI:
Penelitian benih melalui pemuliaan di Balai Penelitian Aneka Kacang dan Umbian (Balitkabi) Malang dipastikan tak akan pernah henti hingga jauh ke depan. Sebab, ungkap Dr Muchlish Adi, kebutuhan kedelai (Glycine max) akan terus meningkat selama konsumen tetap butuh. “Kendati dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021 tak ada karena dialihkan ke ubi kayu (Manihot utilissima), anggaran tetap aman. Artinya, ketersediaan anggaran dimanfaatkan secara mangkus (effective-berhasil guna) dan sangkil (efficient-tepat guna) yang bisa dipertanggungjawabkan para pemulia,” ungkap peneliti Balitkabi Dr Muchlish. Dia menambahkan bahwa para petani di Indonesia tak usah ragu tanam kedelai karena benih sangat melimpah. *sembada/henry
HILIRISASI PASCA PANEN:
Pemerintah tanpa ragu memberi peluang luas bagi para petani melalui kelompok wanita tani maupun pemuda tani meningkatkan produknya ke proses hilirisasi seusai panen. “Jadi, pemerintah hadir mendorong pendapatan petani untuk bermitra dengan kelompok pengolahan bahan baku hasil tanaman pangan komoditi padi, jagung, kedelai dan umbian,” sebut Gazali Hamzah,SP Kasubdit Pengolahan Hasil Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian. Dia menambahkan, dukungan pemerintah untuk hilirisasi itu adalah bantuan unit pengolah hasil (UPH) berupa alat fermentasi dan perebusan dan mesin pengering, pencacah, penepung dan pengemas. Bantuan itu ternyata tidak sia-sia karena nyatanya banyak kelompok sukses di pasar sekitarnya. Bahkan ekspor. *sembada/rori
SERANGAN OPT TERKENDALI:
Kendati serangan organisme pengganggu tanaman atau OPT mengganas dan meluas di Prov.Sumatera Utara (Sumut) hingga akhir 2020, kerusakan yang diakibatkan tidak mengganggu produksi panen. Dampak paling buruk telah diantisipasi dengan berbagai pengendalian. Kondisi itu dipaparkan Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura Prov.Sumut Ir Marino dan menyebut rasio serangan terhadap luas tanaman padi hanya 1,7 persen dan jagung 3,7 persen, namun tak sampai puso karena ringan saja. Serangan pada kedelai tia signifikan. Luas pengendalian dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada tanaman padi 894 hektare (ha), pada jagung 128,5 ha dan kedelai 97 ha. *sembada/henry
SP3T UNTUK BISNIS PETANI:
Pemerintah memberikan bantuan alat dan mesin pertanian kepada petani dengan paket Sentra Pelayanan Pertanian Padi Terpadu SP3T). Diharapkan taraf hidup petani meningkat dengan berbisnis kepada konsumen atau ke pedagang pasar. Karena itu para petani atau kelompok tani penerima SP3T harus merawatnya dengan penuh disiplin agar manfaatnya maksimal. “ Pemerintah mengajak para petani melakukan usaha tani secara canggih atau moderen untuk kemaslahatan bersama karena sangat menguntungkan,” ujar Ir Gatut Sumbogojati pada Rakor Komando Strategis Penggilingan Padi (Kostraling) Rigional I Se-Sumatera dan Jawa di Solo, Jateng, akhir Maret ini. Dia adalah Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Tanaman Pangan (PPHTP), Kementan. *sembada/rori/henry
MUTU BERAS DENGAN PH: Terhitung sejak awal 2021 pihak Perum Bulog menerapkan alat ukur tingkat (derajat) keasaman dalam penerimaan beras petani. Pemakaian alat yang dikenal dengan potential Hidrogen (pH) itu menjadi keharusan atau mutlak untuk menghindari pemasukan beras lama. “Mutlak kami memakai alat pH meter untuk pengadaan beras. Kami tak mau lagi menerima beras lama, di mana angka 6,2 jadi syarat mutlak. Kini di gudang Bulog Surakarta tersedia 90.000 ton beras,” ungkap Ninik Setyawati, Kepala Cabang Perum Bulog Surakarta, pada Rapat Koordinasi Komando Strategis Penggilingan Padi (Kostraling) Se-Sumatera dan Jawa di Solo, Jateng. Acara yang diikuti oleh ratusan petani atau kelompok tani itu diselenggarakan Direktorat PPHTP, Kementerian Pertanian, 30 Maret-02 April 2021. *sembada/henry/rori
berita utama Lihat Semua Ketuk Foto Dua Kali
Friday, September 11, 2020 | 257 Views
Oleh Yoweri Kaguta Museveni (Pidato Presiden Uganda Untuk Rakyatnya Remehkan Korona)
Monday, September 7, 2020 | 261 Views
Oleh Dr Atris Suyantohadi (Peneliti Kedelai Fakultas Teknologi Pertanian, Univ.Gadjah Mada, Yogyakarta)
Thursday, January 23, 2020 | 513 Views
Oleh Drh Chairul Arifin (Pemerhati Sektor Pertanian, tinggal di Jakarta)
Monday, December 21, 2020 | 239 Views

Pengantar Redaksi: BERMULA DARI KEHADIRAN Kelompok Wanita Tani (KWT) hortikultura di Desa Genengadal Toroh, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah yang mengolah sambal untuk keperluan

Monday, December 7, 2020 | 243 Views

NAN DARI JAUH DIDATANGKAN dari Belgia itulah Nan Dana yang khusus untuk mendukung kecukupan daging di Indonesia. Namanya memang khas keindonesiaan, tetapi itulah Nan Dana

plaza kemitraan

  HEMAT KAMI KINI condong untuk mengatakan bahwa frase mimpi  tidak lagi saat tidur. Bisa saja saat kerja atau saat minum kopi. Atau saat bergurau

PADA MEDIA MARET lalu pihak Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional (SPs UNAS) melakukan lawatan akademis di tiga universitas di Ukraina. Lawatan itu untuk merealisasi kerjasama antarperguruan