Dwikorawati, Kartika dan Nurdiyati: Eksotis Berprotein Tinggi Kacang Tanah RI Disukai dan Ditunggu Konsumen Internasional
Saturday, 1st August, 2020 | 207 Views

TERNYATA KACANG HIJAU petani Indonesia sangat digemari di berbagai negara karena selain dipandang eksotis juga berprotein tinggi. Hingga 2020 ini konsumen berbagai negara belum pernah menolak komoditas kacang hijau (Vigna radiata) dari Indonesia. Bahkan produk petani Indonesia itu selalu ditunggu di pasar internasional.

       Demikian benang merah dialog dengan petani Desa Sukajadi, Kecamatan Karang Tengah, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat dan juga pernyataan Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Perkebunan dan Hortikultura Kabupaten Cianjur Nurdiyati,SHut,MAP serta Kepala Seksi Serealia dan Umbian, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jabar Ir Lili Kartika,MP dan Kepala Sub Direktorat Kacang, Direktorat Aneka Kacang dan Umbian, Kementerian Pertanian Ir Rahayu Dwikorawati,MM.

     Dialog yang berkaitan dengan Gerakan Tanam Kegiatan Kacang Tanah Bantuan Pemerintah Pusat Tahun Anggaran 2020 itu diselenggarakan di pinggiran persawahan Desa Sukajadi, Kecamatan Karang Tengah, Kabupaten Cianjur, Jabar. Selain para petani anggota Kelompok Tani Cirata yang jumlahnya 15 orang hadir pada kesempatan itu Ketua Kelompok Tani Cirata Machpudin, Pengusaha Kacang Desa Sukajadi Ujang Irfan dan  Kepala UPTD Pelayanan Pertanian Cikalong Kulon Goparudin, SP. Lainnya adalah Camat Karang Tengah Jeli Mulyawan, Kepala Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Kabupaten Cianjur Toni dan Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Karang Tengah Abdul Sidik, SP,MM.

        Dalam kaitan itu Camat Karang Tengah Jeli Mulyawan menyampaikan bahwa di Desa Sukajadi itu petani mendapat bantuan benih kacang hijau seluas 10 hektare (ha). Untuk lahan 10 ha ini diperlukan benih sebanyak 300 kilogram atau 30 kg per ha dengan daya tumbuh 98 persen. Pertanaman kacang hijau di Kecamatan Karang Tengah sendiri yang terdiri dari 16 desa adalah 25 ha.

Disukai Berbagai Negara Ditunggu Pasar Internasional

      Menurut Rahayu Dwikorawati, kendati Indonesia sedang menghadapi wabah virus korona, namun semua pihak yang terkait dengan sektor pertanian termasuk para petani sendiri tetap semangat untuk terus memperjuangkan kepentingan nasional. Seluruh petugas yang di lapangan tidak menyurutkan niat turun ke sawah karena tidak mau berpangku tangan dan terus bersemangat mendampingi para petani melakukan pertanaman. Sebab, pemerintah menyadari masyarakat Indonesia harus mencapai kemandirian pangan.

         “Komoditi aneka kacang dan ubi merupakan pangan penyedia energi protein dan karbohidrat. Aneka kacang dan umbi juga merupakan bahan baku industri olahan. Pasar kacang hijau di dalam negeri sangat tinggi dan untuk pasar internasional sangat terbuka. Belum ada penolakan konsumen luar negeri terhadap kacang hijau Indonesia. Jadi, ini peluang yang sangat baik bagi para petani untuk menjual komoditi kacang hijau sekaligus meningkatkan perekonomian rumah tangga,” demikian Rahayu.

        Ia menambahkan bahwa kacang hijau produksi petani Indonesia sangat terkenal dengan kandungan protein yang tinggi. Kesempatan ini bisa diisi oleh petani milenium agar komoditi yang belum banyak dilirik orang itu bisa dimanfaatkan dan diperhatikan. Hingga kini intervensi pedagang internasional terhadap kacang hijau tersebut belum ada. Dari sisi harga untuk komoditi kacang hijau ini sangat menjanjikan  karena terus stabil.

       Selanjutnya Rahayu Dwikorawati menambahkan bahwa saat ini permintaan ekspor kacang hijau Indonesia yang berwarna kusam atau bukan mengkilap sangat besar. Konsumen internasional sangat menyukai kacang hijau petani Indonesia karena warnanya kusam, tetapi justru proteinnya lebih tinggi dibandingkan dengan kacang hijau yang mengkilap.

        Disebutkan, jaminan pasar yang baik saat ini akan makin memperluas bisnis kacang hijau ke depan. Untuk itu para petani harus mendapat mitra terutama dari kaum milenia untuk memasarkan produk kacang hijau, seperti  mengolah kacang hijau kemudian dijual di kawasan pariwisata. Misalnya, di Puncak Pass yang banyak pengunjungnya tiap hari terutama di akhir pekan, kacang hijau bisa dihidangkan dengan berbagai rasa.

Petani Untung Perekonomian Keluarga Bakal Naik

     Pada kesempatan yang sama Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur Nurdiyati mengungkapkan bantuan Pemerintah Pusat untuk 25 ha di Kecamatan Karang Tengah harus disyukuri. Untuk Kabupaten Cianjur sendiri bantuan benih kacang hijau mencapai luasan 150 ha. Bantuan lainnya adalah pupuk dan racun hama.

       “Moga pada 2021 mendatang bantuan itu meningkat karena pasar kacang hijau sangat terbuka. Apalagi kalau ada jaminan pasar atau hilirnya, para petani akan makin tertarik menanam kacang hijau. Tidak diminta atau disuruh untuk menanam produk tertentu para petani pasti akan tanam. Jaminan pasar itu akan meningkatkan pendapatan keluarga petani,” demikian penegasan Nurdiyati sembari menambahkan para petani perlu menghasilkan kacang hijau sebanyak-banyaknya, tetapi dengan mutu yang bagus.

        Nurdiyati menambahkan juga bahwa pertanaman yang dilakukan para petani harus dipelihara dengan baik agar bisa mendatangkan keuntungan bagi petani. Potensi kacang hijau  sangat menjanjikan saat ini dan ke depan karena peminat atau konsumen berasal dari berbagai kalangan mulai dari kanak-kanak hingga mereka yang sudah lanjut usia.

     “Jadi, upaya yang telah dilakukan tadi dengan penandatanganan surat kesepakatan atau perjanjian untuk menjamin produk kacang hijau dibeli sangat menggembirakan saya. Petani menanam, pengusaha langsung membeli dengan harga yang menyenangkan petani dan juga pengusaha, maka semua pihak akan sama-sama mendapat untung. Itu yang diharapkan pemerintah dengan memberi bantuan kepada para petani,” Nurdiyati berseru dan disambut sorak tepuk tangan para petani.

       Secara keseluruhan kegiatan pertanaman kacang hijau selama 10 tahun terakhir di Kabupaten Cianjur  mencapai luasan 394 ha per tahun dengan produktivitas rata-rata  396 ton per tahun. Artinya, profitasnya mencapai 0,98 ton per tahun. Diharapkan angka-angka tersebut makin meningkat dengan profitas yang tinggi melalui penerapan inovasi teknologi dan pendampingan para petugas penyuluh atau PPL dan petugas pengendali organisme tumbuhan atau POPT.

Pada 2021 30 Ha Untuk Desa Sukajadi

       Pada 2021 mendatang pemerintah mengharapkan bisa memberi bantuan untuk kacang hijau di Desa Sukajadi seluas 30 ha. Artinya, kalau pada pertanaman 2020 ini hanya 10 ha, luasan itu akan ditingkatkan di tahun depan termasuk untuk Kabupaten Cianjur yang saat ini mendapat bantuan kacang hijau seluas 150 ha akan dapat ditingkatkan lagi.

      “Ya, tahun depan akan ditingkatkan. Kalau para petani terus menjaga semangat untuk menanam kacang hijau dan panennya bagus, maka tahun depan akan dibantu lagi. Luasannya akan ditingkatkan lagi,” demikian pernyataan Kepala Seksi Aneka Kacang dan Umbi, Dinas Pertanian Provinsi Jawa Barat Ir Lili Kartika, MP.

      Secara umum bantuan dari provinsi terutama untuk aneka kacang dan umbi mencakup lima komoditas, yaitu kedelai (Glycine max), kacang tanah (Arachis hypogaea), kacang hijau (Vigna radiata), ubi jalar (Ipomea batatas) dan ubi kayu (Manihot utilissima) yang disebar ke berbagai kabupaten.

       Disebutkan bahwa bantuan kacang hijau pemerintah untuk Jawa Barat luasannya sekitar 750 ha dan Kabupaten Cianjur mendapatkan 150 ha. Untuk Cianjur termasuk daerah atau wilayah yang lebih diuntungkan karena mendapatkan tiga komoditas, yaitu kedelai, kacang hijau dan kacang tanah. Sebetulnya ke lima komoditas yang ada di Seksi Aneka Kacang dan Umbi (Akabi), Dinas Pertanian Provinsi Jabar sudah disediakan untuk petani di Kabupaten Cianjur.

    “Namun, kebetulan saat pengadaan itu pihak Kabupaten Cianjur belum meneken (take hand) kontrak, makanya komoditas ubi kayu dan ubi jalar tidak dapat pada program 2020 ini,” ungkap Kartika seraya menambahkan bahwa Kabupaten Garut serta Kabupaten Sukabumi juga mendapatkan bantuan yang sama dengan Kabupaten Cianjur.

   Kartika menyebutkan, pengawalan yang intensif dari PPL dan POPT akan menentukan keberhasilan panen sesuai yang diharapkan semua pihak. Apalagi, penjamin pembelian produk petani sudah ada dan sudah melakukan kesepakatan untuk menjual dan membeli. Hal seperti itu sangat menggembirakan semua pihak termasuk pemerintah. *sembada/henry/rori

komentar

plaza kemitraan

  HEMAT KAMI KINI condong untuk mengatakan bahwa frase mimpi  tidak lagi saat tidur. Bisa saja saat kerja atau saat minum kopi. Atau saat bergurau

PIHAK UNIVERSITAS NASIONAL (Unas) menyambut mahasiswa baru melalui Pengenalan Lingkungan Kampus dan Budaya Akademik (PLBA) secara virtual. Sambutan secara virtual tersebut dilaksanakan memasuki semester ganjil