Terintegrasi Dengan Rakernas PDIP Pameran Besar Lima Industri Prioritas di Kemayoran Expo Akan Digemakan Presiden RI
Saturday, 4th January, 2020 | 379 Views

 

SATU PAMERAN BESAR lima industri prioritas dari Merauke Papua hingga Sabang Aceh pada 10-12 Januari 2020 akan digemakan Presiden Joko Widodo di Kemayoran Expo. Pameran produk Indonesia berskala ekspor itu bakal disaksikan 800-an tamu penting, seperti diplomat negara sahabat, menteri kabinet gotong-royong Pemerintahan Jokowi-Ma’aruf Amin, puluhan gubernur, bupati dan walikota serta ratusan anggota DPRD dan DPR RI dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Pameran yang menunjukkan kehebatan Indonesia di fora internasional itu diintegrasikan dengan Rapat Kerja Nasional Rakernas PDIP dan HUT PDIP yang juga akan diresmikan oleh Presiden RI Ke-5 Megawati Soekarnoputri. Sebanyak 4.000 peserta rakernas plus 50.000 simpatisan akan mencermati pameran.

        Pameran dengan puluhan stan yang menjadi kesatuan dengan Rakernas itu akan tertata sesuai basis cluster, sehingga para peserta rakernas wajib meninjau pameran terutama yang sesuai atau terkait dengan potensi daerah masing-masing. Lima industri prioritas, seperti pangan, sandang dan papan; bahan baku industri; energi; farmasi dan obat tradisional; pariwisata termasuk industri kreatif, industri digital, UMKM dan manajemen koperasi tampil menyemarakkan pameran.

    Dalam bincang singkat di Padepokan Pelatihan Pertanian Terintegrasi DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Desa Sukajadi, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Ketua Penitia Pameran Rakernas yang juga Anggota Komisi IV-DPR RI Ir Mindo Sianipar mengatakan bahwa produk yang dipamerkan adalah milik rakyat Indonesia yang paling bernilai dan mutakhir saat ini yang layak ditampilkan secara internasional.

      “Jadi, produk-produk yang dipamerkan tidak akan mewakili perusahaan pembuat atau lembaga yang mengadakan. Tidak demikian. Tidak akan ada embel-embel apapun atau label perusahaan. Hanya barang itu dengan spesifikasi atau kualitasnya yang bisa dirinci pada pameran. Namun, pada brosur atau leaf-let yang akan disebarkan bisa saja tercantum nama pembuat atau perusahaan,” demikian Sianipar kepada Media Pertanian online www.sembadapangan.com, baru-baru ini.

Picu Gerakan Ekonomi Pedesaan

     Dia menambahkan bahwa produk yang dipamerkan milik siapa dan dari daerah mana dan dibina oleh pihak mana tetap terinformasikan seluas-luasnya kepada para peserta Rakernas dan pengunjung. Misalnya, pihak perbankan membina kelompok tani atau kelompok UMKM akan tetap tersebar luas walaupun pada stan tidak terlihat.

      Sebagai contoh, katanya, pada stan kelapa Indonesia akan ada jenis kelapa varietas apa saja yang ada di Indonesia lengkap penjelasannya. Kemudian produk turunannya, pemanfaatan serabut, daging dan air termasuk perusahaan/organisasi yang memproduksi, binaan pihak mana dan di daerah mana akan terinformasi lengkap. Hal yang sama juga pada komoditi lainnya akan terinformasi dari hulu hingga hilir, misalnya produk kopi, rempah, atsiri dan jamu-jamuan termasuk peralatan atau mesin pendukung dipastikan terinformasi kepada khalayak.

     Dalam pertemuan dengan para stakeholders produk unggulan nusantara di Gedung DPR Senayan, Jumat (3/01/20) Mindo Sianipar memaparkan pula bahwa pada hajatan Rakernas kali ini sebanyak 1.000 kepala desa akan datang dan menyaksikan pameran unggulan dari nusantara tersebut. Para kepala desa itu akan mengamati dan melihat produk unggulan yang dipamerkan, apakan ada tanaman, ternaak atau produk olahan yang bisa cocok dibudidayakan atau diolah di daerahnya.

       Dengan demikian, para kepala desa yang belum berpengalaman atau yang kurang wawasan tentang produk nasional bertaraf ekspor bisa menerapkan di desa mereka masing masing setelah pulang. Hal itu akan pemicu pergerakan ekonomi pedesaan berbasis kerakyatan. Pada pertemuan itu hadir para pembudidaya produk pertanian dan kehutanan, rempah, jamu, makanan, minuman, olahan UMKM dan para peneliti (researcher) dari berbagai lembaga, pelaku bisnis, produser dan. *sembada/henry

komentar

plaza kemitraan

  HEMAT KAMI KINI condong untuk mengatakan bahwa frase mimpi  tidak lagi saat tidur. Bisa saja saat kerja atau saat minum kopi. Atau saat bergurau

  PARA ANAK MUDA itu bernama Mukhtar Luthfi (24) dan Ade Siti Mulyati yang berniat besar mendampingi petani dan ingin jadi wira usaha muda di