Pemerintah Hadir, Petani Desa Muara Gembira Terima Bantuan Benih Kacang Tanah
Monday, 3rd August, 2020 | 130 Views

PADA AKHIR JULI 2020 yang lalu telah dilaksanakan Gerakan Tanam Kegiatan Kacang Tanah Bantuan Pemerintah Tahun 2020 Kepada Kelompok Tani Pasir Angin, Desa Muara Cikadu, Kecamatan Sindang Barang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Pemerintah berharap bantuan benih kacang tanah (Arachis hypogaea) itu memunculkan manfaat maksimal bagi para petani. Demikian pula para petani bisa mendapatkan hasil untuk meningkatkan taraf hidup mereka dari kemiskinan dengan nilai jual yang menggembiarkan.

      Hadir pada kesempatan itu selain Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur Mamad Nano adalah Kepala Sub Direktorat Kacang, Direktorat Aneka Kacang dan Umbian (Akabi), Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Ir Rahayu Dwikorawati,SP,MM, Kepala Seksi Serealia, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jabar Ir Lily Kartika, MP, Camat Sindang Barang Joko Purnomo,STP, Komandan Rayon Militer (Koramil) Desa Muara Cikadu Kapten Mustopa dan Kepala Desa Muara Cikadu, Supriatna,SE.

     Lainnya adalah Ketua UPTD Kecamatan Sindang Barang Kunkun Kurnia,STP, Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Prov.Jabar Juanda Limansyah,SP dan Koordinator Penyuluh Kecamatan Sindang Barang Sucipta,SP,MP. Juga hadir para penyuluh di antaranya Jaelani,AMd (untuk Desa Muara Cikadu), Rizki Sandi Satria (untuk Desa SirnaGalih, Desa Telagasari dan Desa Egarsari) serta Jepri Adiwidjaya untuk Desa Mekar Laksana, Desa Kerta Mukti dan Desa Saganten.

Kepala Desa Muara Cikadu Supriatna,SE:

     Saya ucapkan selamat datang kepada seluruh rombongan baik dari pusat, provinsi dan kabupaten terkait dengan program bantuan yang diberikan kepada kami khususnya bagi petani Desa Muara Cikadu.  Inilah desa kami yang bentuknya berupa hampran tanah yang lumayan lembut. Ketika  kita injak tanah ini akan amblas karena subur. Oleh karena itu mungkin bapak dan ibu memilih tempat kami tentu tidak sembarangan. Pastilah sudah dengan perhitungan yang matang.

       Perlu bapak dan ibu ketahui bahwa Desa Cikadu ini mempunyai luas 12 335 hektare (ha). Jadi, kalau dilihat hamparan daratan dan sawah, saya yakin Muara Cikadu ini terluas dari desa yang lain. Bantuan berupa kacang tanah dan padi, jagung dan lain yang dibeikan kami khaturkan terima kasih karena akan meningkatkan perekonomian masyarakat setempat dalam bidang pertanian. Masyarakat kami kebanyakan adalah petani atau sekitar 80 persen hidup dari hasil pertanian.

      Namun, ketika memasuki Juli dan Agustus, September hingga Oktober tanah atau lahan untuk pertanian tetap ada. Tetapi, permasalahannya air yng tidak ada. Walau ada kali atau Sungai Cikandea ada airnya, tetap tidak bisa naik ke lahan pertanian tanpa bantuan pompa. Banyak masalah yang dihadapi para petani kami, sementara tenaga penyuluh sangat kurang. Jadi, mohon kiranya bapak kepala Dinas  Pertanian Kabupaten Cianjur penyuluh agar petani bisa mengadu dan membahas permasalahan, sehingga didapat wawasan atau pengetahuan bertani yang melibatkan inovasi teknologi.

    Menyangkut bantuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN seperti untuk kacang tanah itu harus ada pengawasan dan pengawalan yang ketat. Sebab, berapa miliar rupiah pun bantuan APBN yang diberikan kepada petani kalau tidak didampingi atau dikawal akan sia-sia atau hilang begitu saja. Tenaga penyuluh harus ditambah untuk mendampingi petani di Desa Muara Cikadu karena sangat kurang dan tempatnya sangat jauh ke pelosok daerah.

Camat Sindang Barang Joko Purnomo,STP:

     Kalau dulu acara kita seperti ini disebut Kelompencapir. Ada petani. Ada pejabatna. Semua ngeriung. Terkait program atau mungkin juga terkait uneg-uneg, apapunlah itu agar pulang dari desa ini bapak dan ibu yang hadir di sini bisa mengambil kebijakan yang pantas untuk kita. Bukan sekadar kata-kata.

    Namun, ada perbuatan yang nyata untuk kita, apalagi hal itu datang dari pusat. Dari Kementerian Pertanian kepada kita. Untuk itu saya titip pesan kepada petani, apapun bantuan yang kita dapat tugas kita menjaga dan merawatnya. Beberapa hari yang lalu saya bersama anggota DRPD memberikan bantuan sumur bor dan lain-lain.

     Ya, kita harus bersemangat. Jadi, kalau bantuan sudah ada dan datang kepada kita, maka bagaimana bantuan itu bisa bermanfaat untuk kita semua. Saya mewakili masyarakat Sindang Barang mohon maaf kalau ada kekurangan dalam penerimaan kami  menyamput bapak ibu disini dan tidak lupa juga agar dimaklumi semua uneg-uneg tentang kekurangan air di wilayah ini.

     Mudah-mudahan ada solusinya antara pemerintah pusat dan provinsi  dan kabupaten  untuk memecahkan masalah ini. Dari pusat sudah datang bantuan. Hal itu bukan kata-kata semata, tetapi kenyataan. Untuk semua bantuan tersebut para sedherek kudhu bisa menjagana dan merawatna.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur Mamad Nano,SP,MP:

      Saya bergembira datang ke desa ini. Terakhir saya ke Desa Cikadu ini ketika melaksanakan cetak sawah bantuan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN sekitar 23 ha pada 2018 yang lalu. Dan Alhamdulillah ada bantuan APBN  untuk kacang tanah dan Kabupaten Cianjur mendapatkannya untuk luasan sekitar 600 ha.

     Di Desa Sindang Barang target kita memang cukup tinggi untuk kacang tanah, yaitu sekitar 8.000 ha pada 2020 ini. Tetapi, realisasinya baru 1.900 ha lebih. Masih harus dikejar lagi sekitar 6.000 ha lagi. Itu harus kita lakukan dan dapatkan untuk memperbaiki taraf hidup para petani di tengah panemi viru korona yang belum bisa dihentikan di seluruh dunia saat ini.

    Beberapa hari lalu di Kecamatan Sukaluyu sudah dilaksanakan penanaman  gerakan tanam kedelai secara serempak. Selain itu telah dilakukan gerakan percepatan olah tanah  atau GPOTdi Kabupaten Cianjur yang luas tanahnya nomor dua setelah Kabupaten Sukabumi untuk Provinsi Jawa Barat. Saking luasnya masih berpotensi pengembangan  palawija, seperti kacang tanah, kacang hijau dan kedelai. Untuk Kecamatan Sindang Barang ini memang potensi untuk pengembangan kacang tanah. Ada juga swadaya  petani untuk pengembangan pepaya pada lahan sekitar 1.000 ha.

    Di daerah selatan ini yang masih banyak pekerjaan rumah pemerintah terutama karena daerahnya banyak yang tidak terjangkau irigasi. Di Kecamatan Cidaun saja sekitar 2.000 ha  belum terairi irigasi. Kemudian di Kecamatan Sindang Barang  sekitar  1.000 ha. Mudah-mudahan cepat terealisasi dengan pembebasan lahan. Untuk daerah yang berdekatan dengan sungai, bisalah terjangkau dengan alat bantu pompa air untuk pertanaman padi.

     Khusus untuk kacang tanah di Kabupaten Cianjur yang berpotensi di Desa Sindang Barang   terutama Desa Muara Cikadu ini ada sekitar 1.000 ha tumpang sari dengan  kacang tanah. Mudah-mudahan suntikan bantuan dari pusat seperti sekarang dari APBN kita lebih berkembang lebih baik lagi.

      Dan juga semoga tahun depan tidak hanya 600 ha bantuannya, tetapi bisa ditambah lagi 3 kali lipat walaupun sifatnya hanya stimulan atau pengungkit kegiatan. Bantuan kacang tanah untuk Kecamatan Sindang Barang adalah seluas 135 ha yang meliputi benih sebanyak 16.200 kg dan pupuk hayati cair sebanyak 405 liter. Semua itu dialokasikan untuk 15 kelompok tani di 11 desa.

      Saya juga sangat senang menyaksikan adanya penandatanganan nota kesepahaman antarpetani untuk pembelian hasil panen kacang tanah. Untuk segi pemasarannya memang satu kendala yang dihadapi para petani selalu dari sisi pemasarannya. Bahkan dari situasi virus korona seperti sekarang sektor pertanian sangat mendapat perhatian dari pemerintah. Cuma  kendala kita selalu hilirnya. Kita bisa bayangkan pengaruh pandemi korona banyak hasil pertanian tidak bisa dipasarkan. Akhirnya membusuk di lahan petani.

Kepala Seksi Serealia, Dinas Pertanian Prov.Jabar Ir Lily Kartika,MP:

      Komoditas aneka kacang  dan umbi yang terdiri dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu dan ubi jalar merupakan komoditi yang sangat penting di dalam mendukung ketahanan pangan di Indonesia.Provinsi Jabar sangat cocok sebagai sentra komoditas aneka kacang dan umbi atau palawija karena selain didukung lahan yang subur, petani Jawa Barat juga sudah terbiasa menanam palawija pada akhir musim hujan atau musim kemarau seperti saat ini. Produksi kacang tanah di Jawa Barat pada 2019 mencapai 35.831 ton biji kering.

     Budidaya kacang tanah di Jawa Barat hampir dilakkan petani si seluruh kabupaten dengan sentra di Kabupaten Garut, Cianjur, Sumedang dan Sukabumi. Hal itu menunjukkan bahwa budidaya kacang tanahsangat diminati petani karena memberikan keuntungan yang baik.

       Dengan harga jual mencapai 10.000 rupiah per kg dan produktivitas 1,5 ton per ha, petani akan memperoleh pendapatan kotor sekitar 15 juta rupiah per ha. Jika dikurangi biaya produksi sekitar 5 juta rupiah per ha, maka keuntungan bersih bisa mencapai 10 juta rupiah per ha. Walaupun usaha tani kacang tanah menguntungkan, petani tidak selalu dapat memanfaatkan peluang secara optimal. Hal itu karena petani masih menggunakan teknik produksi sederhana, sarana produksi minimal, kualitas benih rendah yang menyebabkan produktivitas menurun.

Kasubdit Kacang, Kementerian Pertanian Ir Rahayu Dwikorawati,MM:

       Pemerintah Pusat senantiasa melakukan evaluasi terkait dengan kebutuhan kacang tanah para petani di seluruh Indonesia. Memang dampak pandemi korona sangat terasa karena anggaran di setiap komoditi dikurangi dengan cara refokusing anggaran dan program. Khusus untuk komoditi kacang tanah di Kecamatan Sindang Barang, kontraknya sudah dilaksanakan, sehingga harus direalisasikan seperti yang terjadi saat ini.

    Pemerintah mengharapkan agar bantuan bibit kacang dan pupuk organik cair saat ini bisa dimanfaatkan para petani secara optimal, sehingga nantinya bisa diperoleh hasil yang menggembirakan. Dan menyangkut alat pasca panen yang dibutuhkan para petani akan disampaikan kepada pejabat berwenang khusus yang mengurusi peralatan. *sembada/rori/henry

komentar

plaza kemitraan

  HEMAT KAMI KINI condong untuk mengatakan bahwa frase mimpi  tidak lagi saat tidur. Bisa saja saat kerja atau saat minum kopi. Atau saat bergurau

PIHAK UNIVERSITAS NASIONAL (Unas) menyambut mahasiswa baru melalui Pengenalan Lingkungan Kampus dan Budaya Akademik (PLBA) secara virtual. Sambutan secara virtual tersebut dilaksanakan memasuki semester ganjil