Hama Penggerek Batang Padi Ditemukan di Cianjur
Friday, 21st August, 2020 | 270 Views

TERSEBUTLAH DESA NENGGALA Mekar di Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat (Jabar). Di sana para petani bahu-membahu dengan para penyuluh dengan rajin mencermati tanaman padi mulai dari perbenihan, pertumbuhan hingga panen. Belum lama ini dilakukan pengamatan intensif karena daun padi dinilai sedang sakit.

        Padi yang sakit itu ditengarai mencapai kurang lebih satu hektar dan dimiliki oleh tiga petani di Desa Nenggala Mekar. Lahan tersebut ditanami padi varietas Inbrida Padi Sawah Irigasi (Inpari)-32, varietas Mekongga dan varietas Ciherang. Pengamatan dilakukan petani sendiri dan didampingi oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Ciranjang,Kabupaten Cianjur, Jabar Rina Suartini,SP. Para petani itu adalah Hopid, Pepe Sudrajat, Hendra dan Aceng Lukman.

Pengamatan Hama, Penyakit dan Pengendalian

     Menurut PPL Rina Suartini, tanaman padi yang diamati adalah sawah milik petani anggota Kelompok Tani Sahabat Tani di Kampung Pasir Sasaungan, Desa Nanggala Mekar, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur. Pengamatan dilakukan secara swadaya dan untuk luasan sekitar satu hektare itu dilakukan tiap hari selama kurang lebih satu mingguan.

    “Pada gilirannya kami menyimpulkan tanaman padi itu telah diserang oleh hama tertentu dan hama itu telah kami temukan,” Suartini menyebutkan.

     Ia menambahkan bahwa hama yang menyebabkan daun padi ada yang menguning itu adalah penggerek batang. Ciri serangan pada padi adalah pucuk padi layu pada fase vegetatif karena larva memotong bagian tengah anakan padi. Seterusnya pada fase generatif akan muncul malai putih hampa tanpa isi calon biji padi.

      Menurut Rina Suartini, apabila tidak segera ditangani dengan pengendalian, maka akan terjadi puso atau gagal panen. Untuk itulah dilakukan penyemprotan insektisida dengan bahan aktif Dimehipo dengan dosis 25 mili per tengki berisi 14 liter. Hasilnya ulat penggerek batang yang bernama Tryporiza incertulas itu bisa dikendalikan sampai mati. Pad gilirannya tanaman padi bisa disehatkan dan dari pengamatan intensif juga sudah memiliki anakan baru. *sembada/rori/henry

komentar

plaza kemitraan

  HEMAT KAMI KINI condong untuk mengatakan bahwa frase mimpi  tidak lagi saat tidur. Bisa saja saat kerja atau saat minum kopi. Atau saat bergurau

UKURAN MUTLAK BAGI anak didik menghadapi kompetisi global adalah kecerdasan dan kreativitas. Untuk itu mutu pendidikan anak didik harus ditingkatkan agar memunculkan kecerdasan dan mendorong