Arif Mandu: Evaluasi Akhir Tahun Kanwil Bulog Harga Mantap dan Proyeksi 2022 Stok Komoditi Cukup, Hanya Minyak Tipis Tapi Segera Beres
Sunday, 2nd January, 2022 | 94 Views

Pengantar Redaksi:

SECARA UMUM KONDISI pangan di seantero bumi termasuk di Indonesia sulit mengimbangi populasi yang menurut Robert Malthus pertumbuhan penduduk sangat pesat lajunya dan butuh banyak bahan makanan. Dan seiring hal tersebut kita mengacu pada teori Abraham Maslow tentang the ten human needs bahwa penduduk yang banyak masih berada di posisi pemenuhan perut, yaitu makan dan minsum atau di posisi ketiga dari kesepuluh kebutuhan manusia itu. Kendati demikian Media Pertanian online www.sembadapangan.com bergegas untuk melihat ketersediaan pangan di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) melalui Kantor Wilayah Badan Urusan Logistik daerah itu. Kami mewawancarai Pimpinan Kantor Wilayah Bulog Prov.Sumut Arif Mandu yang didampingi oleh Wapimwil Roy Rahmadi Prawira, belum lama berselang. Selamat menyimak.

 

 Bagaimana capaian hingga akhir tahun ini? Berapa volumenya? Apakah volume tersebut sesuai target?

Untuk ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga atau KPSH ada target sebanak 43.400.000 kilogram (kg), namun realisasinya per 22 Desember 2021 hanya sebesar 12.856.312,71 kg atau hanya sebesar 29,62 persen. Untuk pengadaan target kami adalah 27.500.000 kg, tapi realisasi per 22 Desember 2021 baru mencapai 21.621.764 kg atau sebesar 78,62 persen. Untuk komersil targetnya adalah 503.597.090.000 rupiah, namun realisasi per 22 Desember 2021 adalah 209.910.043.131 rupiah atau 41,68 persen.

Kalau jauh dari  target, apa kendalanya? Bisa dielaborasi.

Untuk kondisi ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga atau KPSH, preferensi konsumen di Prov.Sumut umumnya adalah beras yang pulen dan baru, hal ini belum sinkron dengan jenis beras yang tersedia, sehingga mengakibatkan penjualan sedikit tersendat di awal tahun sampai dengan akhir November. Panen di wilayah Sumut dan sekitarnya juga berkesinambungan. Hal ini menyebabkan pasokan beras baru dengan harga stabil selalu tersedia sepanjang tahun. Strategi yang digunakan untuk meningkatkan penjualan adalah bundling.

Berbeda dengan awal Desember, beberapa wilayah mengalami gagal panen yang menyebabkan berkurangnya pasokan beras. Hal ini membuat penjualan KPSH mengalami peningkatan signifikan. Pengadaan tetap berjalan terutama dengan pola komersial buy to sell atau beli untuk dijual. Kendati pertambahan penduduk bisa dikatakan tinggi, kelaparan tidak sampai terjadi. Kondisi pangan di Prov.Sumut masih bisa kami kendalikan. Ya, amanlah.

Nah, pasar terbesar komersial adalah Badan Nasonal Penanggulangan Bencana atau BPNT, dimana saat ini BULOG Kanwil Sumut merupakan salah satu supplier atau pemasok di samping pemasok lainnya yang juga mengisi BPNT. Selain itu untuk meminimalisir piutang, penyaluran BPNT juga harus dipastikan pembayaran atas penyaluran bulan sebelumnya sudah lunas.

Kalau demikian komoditi apa saja yang cukup? Beras/gabah? Jagung dan kedelai? Minyak goreng?

Posisi stok di Kanwil Sumut saat ini (23/12/2021) dalam kondisi cukup untuk menghadapai Hari besar Keagamaan (HBKN). Beras cadangan beras pemerintah atau CBP mencapai 7.084,96 ton volume beras komersil 1.076,04 ton, gula 260,65 ton dan daging 4,50 ton.

Bagaimana pihak Kanwil Bulog Sumut mengatasinya?

Untuk pengamanan stok akhir tahun jelang Hari Natal dan Tahun Baru, Kanwil Sumut telah mengajukan permohonan move untuk tambahan stok. Dan hal itu pasti segera terisi sesuai kebutuhan. Kami mampu mengatasinya.

Posisi Toko Pangan atau Rumah Pangan Kita seperti apa kekuatannya saat ini? Apakah ada di berbagai lokasi?

Rumah pangan kita (RPK) saat ini tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Prov.Sumut. Totalnya sudah mencapai 3.970 RPK dan untuk saat ini jumlah tersebut sudah cukup untuk memberikan pelayanan yang optimal.

Apakah konsumen/masyarakat sudah mengenal RPK itu? Kalau ‘belum’ kurang sosialisasikah?

Konsumen sudah cukup mengenal rumah pangan kita, namun kami masih tetap rutin terus melakukan sosialisasi dan pengenalan produk melalui sosial media. Baik sosial media resmi BULOG maupun sosial media pribadi masing-masing karyawan, seperti Instagram (IG) dan whatApss (WA) dan lainnya.

Adakah kabupaten yang kesulitan pangan di Prov.Sumut? Apakah pangan beras? Minyak?

Saat ini memang minyak goreng secara nasional sedang tinggi harganya di pasaran termasuk di Prov. Sumut yang notabene merupakan sentra produksi sawit. Hal ini disebabkan harga crude palm oil (CPO-minyak sawit mentah) yang tinggi karena terdorong ekspor, sehingga pasokan di dalam negeri berkurang. Untuk komoditi selain minyak posisi stok masih dalam ketersediaan yang cukup.

Adakah penugasan/permintaan dari Pemprov Sumut utk mengatasi ‘stunting baby’ di provinsi ini?

Untuk tahap awal, Kanwil Bulog Sumut telah bersurat kepada pihak  Pemprov Sumut terkait kerjasama di bidang pencegahan stunting atau bayi maupun anak di bawah umur lima tahun yang kerdil karena kekurangan gizi terutama melalui penyediaan beras fortivit. Beras fortivit merupakan produk Bulog berupa beras yang mengandung vitamin A B1, B3, B6, B9, B12, Fe dan Zn dan tidak akan hilang walaupun dicuci. Bermanfaat untuk meningkatkan imun tubuh maupun mencegah stunting pada anak.

Dari poin pertama di atas  adakah analisa S.W.O.T atau strength-weakness-opportunity-treatment? Seperti apa atau cukupkah hanya evaluasi?

Memang untuk sementara ini dilakukan evaluasi terkait kondisi ketersediaan stok BULOG dan kondisi permintaan pasar. Artinya, untuk saat ini dengan evaluasi masih bisa untuk melihat kondisi yang ada serta kebutuhan konsumen.

Bagaimana kondisi stok menghadapi NATAL- NEW YEAR, sekalian Imlek dan Ramadhan yang berhimpitan pada 2022?

Untuk beras dan gula saat ini masih dalam kondisi yang cukup dalam menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional atau HBKN. Kami di Bulog Kanwil Sumut senantiasa akan terus memantau kondisi pasar yang dinamis dan menyiapkan langkah-langkah antisipatif terkait penyediaan stok, baik melalui pangadaan sendiri maupun pengiriman dari Kanwil lain.

Kalau demikian, bisa dideskripsikan proyeksi/target 2022?

Untuk rencana proyeksi target 2022 saat ini masih menunggu usulan target dari Kantor Pusat yang diajukan ke Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang nantinya setelah disetujui akan dilakukan breakdown ke masing-masing Kanwil. Dan hal itu sudah masuk dalam perencanaan, sehingga tinggal in-action saja.

Nah, khusus minyak goreng yang secara nasional harganya sedang naik, namun dalam menghadapi Natal dan Tahun Baru telah dilaksanakan Pasar Murah oleh Distributor PT Wilmar, PT Sun Mas dan PT Putri Hijau Group dengan harga 14.000 rupiah per liter di bawah koordinasi Disprindag. Selain itu pihak Kementerian Perdagangan juga menyalurkan 11 juta liter untuk seluruh Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Pedagang Ritel Indonesia pada harga 14.000 rupiah per liter. *sembada/rori/henry

komentar

You must be logged in to post a comment.

plaza kemitraan

  HEMAT KAMI KINI condong untuk mengatakan bahwa frase mimpi  tidak lagi saat tidur. Bisa saja saat kerja atau saat minum kopi. Atau saat bergurau

DAMPAK PANDEMI CORONA virus-19 pada sektor pendidikan sangat signifikan mengubah perilaku maupun program studi pada perguruan tinggi.  Perubahan itu telah mempengaruhi kalangan kampus melakukan inovasi dan